Niat Padusan Puasa Ramadhan: Panduan Lengkap

niat padusan puasa ramadhan

Niat Padusan Puasa Ramadhan: Panduan Lengkap

Niat padusan puasa Ramadan adalah niat yang diucapkan saat melakukan padusan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Niat ini merupakan salah satu syarat sah padusan, yang dilakukan dengan mandi dan membersihkan diri dari hadas dan najis.

Padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan sebelum memasuki bulan puasa Ramadan. Tradisi ini dipercaya dapat membersihkan diri secara lahir dan batin, sehingga dapat menjalani puasa dengan khusyuk. Selain itu, padusan juga memiliki manfaat kesehatan, seperti melancarkan peredaran darah dan mengurangi stres.

Tradisi padusan ini sudah ada sejak zaman dahulu, diperkirakan berasal dari zaman Kerajaan Majapahit. Pada saat itu, masyarakat Jawa melakukan padusan di sungai atau sumber mata air alami. Seiring perkembangan zaman, tradisi padusan tetap dipertahankan, namun kini masyarakat lebih banyak melakukan padusan di kolam renang atau tempat pemandian umum.

Niat Padusan Puasa Ramadan

Niat padusan puasa Ramadan memiliki beberapa aspek penting yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Waktu pelaksanaan
  • Tempat pelaksanaan
  • Tata cara pelaksanaan
  • Niat yang diucapkan
  • Manfaat pelaksanaan
  • Sejarah tradisi
  • Makna filosofis
  • Dampak sosial
  • Dampak lingkungan
  • Perkembangan tradisi

Aspek-aspek tersebut saling terkait dan membentuk pemahaman yang utuh tentang niat padusan puasa Ramadan. Misalnya, waktu pelaksanaan yang tepat akan menentukan keabsahan padusan, sementara tempat pelaksanaan yang bersih dan nyaman akan mendukung kekhusyukan ibadah. Niat yang diucapkan dengan benar akan menjadi syarat sah padusan, dan manfaat yang diperoleh akan menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjalankannya. Sejarah tradisi, makna filosofis, dan dampak sosial akan memberikan latar belakang dan pemahaman yang lebih mendalam tentang praktik ini. Perkembangan tradisi juga menunjukkan dinamika dan adaptasi padusan terhadap perubahan zaman.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan padusan puasa Ramadan sangat penting karena menentukan keabsahan padusan. Padusan harus dilakukan sebelum memasuki bulan puasa Ramadan, yaitu pada hari terakhir bulan Sya’ban. Pelaksanaan padusan pada waktu yang tepat menunjukkan kesiapan dan kesungguhan umat Islam dalam menyambut bulan puasa.

Jika padusan dilakukan setelah masuk bulan Ramadan, maka tidak dianggap sah dan tidak akan memberikan manfaat yang diharapkan. Selain itu, pelaksanaan padusan pada waktu yang salah dapat mengurangi kekhusyukan ibadah puasa karena pikiran dan hati belum sepenuhnya siap.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memperhatikan waktu pelaksanaan padusan puasa Ramadan. Dengan melaksanakan padusan pada waktu yang tepat, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Tempat Pelaksanaan

Tempat pelaksanaan padusan puasa Ramadan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Pemilihan tempat yang tepat akan mendukung kekhusyukan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah padusan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat pelaksanaan padusan, di antaranya:

  • Kesucian dan Kebersihan

    Tempat pelaksanaan padusan haruslah bersih dan suci dari najis. Hal ini penting karena padusan merupakan bagian dari ibadah, sehingga tempat pelaksanaannya harus bersih dan terjaga kesuciannya.

  • Sumber Air

    Tempat pelaksanaan padusan harus memiliki sumber air yang cukup. Air yang digunakan untuk padusan haruslah bersih dan mengalir. Hal ini karena air merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan padusan.

  • Keamanan dan Kenyamanan

    Tempat pelaksanaan padusan haruslah aman dan nyaman. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan umat Islam yang menjalankan padusan. Tempat pelaksanaan yang aman dan nyaman akan membuat umat Islam lebih fokus dalam menjalankan ibadah padusan.

  • Kemudahan Akses

    Tempat pelaksanaan padusan haruslah mudah diakses oleh umat Islam. Hal ini penting untuk memudahkan umat Islam dalam menjalankan padusan. Tempat pelaksanaan yang mudah diakses akan membuat umat Islam lebih mudah menjalankan ibadah padusan.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, umat Islam dapat memilih tempat pelaksanaan padusan puasa Ramadan yang tepat. Pemilihan tempat yang tepat akan mendukung kekhusyukan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah padusan, sehingga umat Islam dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Tata Cara Pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan niat padusan puasa Ramadan merupakan panduan dalam melakukan padusan agar sah dan sesuai dengan syariat Islam. Tata cara ini meliputi beberapa aspek, di antaranya:

  • Niat

    Niat merupakan hal yang paling penting dalam melakukan padusan. Niat harus diucapkan dengan jelas dan benar, yaitu: “Saya niat padusan untuk membersihkan diri dari hadas dan najis dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadan.”

  • Waktu

    Padusan dilakukan pada hari terakhir bulan Sya’ban, sebelum matahari terbenam. Waktu ini dipilih karena merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa.

  • Tempat

    Padusan dapat dilakukan di sungai, kolam, atau tempat pemandian umum. Tempat yang dipilih harus bersih dan suci dari najis.

  • Cara

    Cara melakukan padusan adalah dengan mandi dan membersihkan seluruh tubuh menggunakan air bersih. Mandi harus dilakukan dengan saksama, mulai dari kepala hingga ujung kaki.

Tata cara pelaksanaan niat padusan puasa Ramadan tersebut harus dilakukan dengan benar dan saksama agar padusan menjadi sah dan bermanfaat. Dengan melaksanakan padusan sesuai tata cara yang telah ditentukan, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan khusyuk dan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Niat yang Diucapkan

Dalam niat padusan puasa Ramadan, niat yang diucapkan memiliki peran penting sebagai syarat sahnya padusan. Niat ini merupakan pernyataan kesungguhan hati untuk membersihkan diri secara lahir dan batin dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadan. Berikut beberapa aspek penting terkait niat yang diucapkan:

  • Lafal Niat

    Lafal niat yang diucapkan adalah: “Saya niat padusan untuk membersihkan diri dari hadas dan najis dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadan.” Lafadz niat ini diucapkan dengan jelas dan benar saat memulai padusan.

  • Waktu Pengucapan

    Niat diucapkan saat memulai padusan, yaitu sebelum masuk ke dalam air. Pengucapan niat ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan hati.

  • Syarat Sah

    Niat yang diucapkan merupakan salah satu syarat sah padusan puasa Ramadan. Tanpa niat yang benar, padusan tidak akan dianggap sah dan tidak akan memberikan manfaat yang diharapkan.

  • Kekhusyukan

    Pengucapan niat dengan khusyuk dan penuh kesadaran akan meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah padusan. Kekhusyukan ini akan membuat hati lebih bersih dan siap menyambut bulan puasa Ramadan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek niat yang diucapkan tersebut, umat Islam dapat melaksanakan niat padusan puasa Ramadan dengan benar dan sah. Hal ini akan menjadi langkah awal yang baik untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Manfaat Pelaksanaan

Niat padusan puasa Ramadan memiliki banyak manfaat bagi umat Islam yang menjalankannya. Manfaat-manfaat tersebut meliputi:

  • Membersihkan Diri Secara Lahir dan Batin

    Padusan bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin dari hadas dan najis. Dengan demikian, umat Islam dapat memulai ibadah puasa Ramadan dalam keadaan suci dan bersih, baik secara fisik maupun spiritual.

  • Meningkatkan Kekhusyukan Ibadah

    Padusan dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah puasa Ramadan. Dengan membersihkan diri secara lahir dan batin, umat Islam akan lebih fokus dan konsentrasi dalam menjalankan ibadah puasa, sehingga memperoleh pahala yang lebih besar.

  • Mendapat Pahala dari Allah SWT

    Padusan merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dengan menjalankan padusan, umat Islam dapat memperoleh pahala dari Allah SWT.

  • Mempererat Silaturahmi

    Padusan sering dilakukan secara bersama-sama di tempat pemandian umum atau di sungai. Hal ini dapat mempererat silaturahmi antar umat Islam dan memupuk rasa persaudaraan.

Dengan memperhatikan manfaat-manfaat di atas, umat Islam dapat semakin termotivasi untuk menjalankan niat padusan puasa Ramadan. Padusan merupakan amalan yang baik dan bermanfaat, baik secara lahir maupun batin, sehingga dapat membantu umat Islam dalam mempersiapkan diri menyambut bulan puasa Ramadan dengan lebih baik.

Sejarah Tradisi

Sejarah tradisi padusan puasa Ramadan erat kaitannya dengan niat padusan itu sendiri. Padusan merupakan tradisi turun-temurun yang telah dilakukan oleh masyarakat Jawa sejak zaman dahulu. Pada awalnya, padusan dilakukan dengan cara mandi di sungai atau sumber mata air alami. Tradisi ini dipercaya dapat membersihkan diri secara lahir dan batin, sehingga dapat menjalani puasa dengan khusyuk.

Niat padusan puasa Ramadan muncul sebagai bagian dari tradisi padusan. Niat ini diucapkan sebelum melakukan padusan dengan tujuan untuk membersihkan diri dari hadas dan najis dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadan. Dengan adanya niat ini, padusan menjadi lebih dari sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sebuah ibadah yang bernilai pahala.

Sejarah tradisi padusan dan niat padusan puasa Ramadan saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tradisi padusan memberikan konteks dan latar belakang bagi munculnya niat padusan, sementara niat padusan memberikan makna dan nilai ibadah pada tradisi padusan. Keduanya saling melengkapi dan membentuk praktik keagamaan yang unik dan bermakna bagi masyarakat Jawa.

Makna Filosofis

Makna filosofis niat padusan puasa Ramadan berkaitan erat dengan tujuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah padusan. Niat padusan puasa Ramadan tidak hanya sekadar membersihkan diri secara lahir dari kotoran dan najis, tetapi juga membersihkan diri secara batin dari sifat-sifat tercela dan mempersiapkan diri secara spiritual untuk menjalani ibadah puasa Ramadan.

  • Penyucian Diri

    Padusan puasa Ramadan menjadi simbol penyucian diri dari segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Dengan membersihkan diri secara lahir dan batin, umat Islam diharapkan dapat memulai ibadah puasa dengan hati yang bersih dan suci.

  • Pengendalian Diri

    Ibadah puasa Ramadan pada hakikatnya adalah latihan pengendalian diri dari hawa nafsu dan keinginan duniawi. Padusan puasa Ramadan menjadi pengingat akan pentingnya mengendalikan diri dan menjaga hawa nafsu selama menjalankan ibadah puasa.

  • Kesabaran dan Keikhlasan

    Proses padusan puasa Ramadan mengajarkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani ibadah. Umat Islam diuji kesabarannya dalam menahan lapar dan dahaga, serta keikhlasannya dalam beribadah hanya karena Allah SWT.

  • Semangat Kebersamaan

    Tradisi padusan puasa Ramadan yang sering dilakukan secara bersama-sama menumbuhkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di antara umat Islam. Padusan puasa Ramadan menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan saling mendoakan.

Makna filosofis niat padusan puasa Ramadan tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah padusan dan puasa Ramadan. Dengan memahami makna filosofis ini, umat Islam dapat menghayati ibadah puasa Ramadan dengan lebih baik dan memperoleh manfaatnya secara optimal.

Dampak sosial

Niat padusan puasa Ramadan tidak hanya berdampak pada individu yang menjalankannya, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas. Dampak sosial ini meliputi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, seperti:

  • Penguatan ikatan sosial

    Tradisi padusan yang dilakukan secara bersama-sama memperkuat ikatan sosial antar umat Islam. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan, sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang harmonis.

  • Peningkatan rasa kebersamaan

    Melalui padusan puasa Ramadan, umat Islam merasakan kebersamaan dalam menjalankan ibadah. Hal ini menumbuhkan rasa saling memiliki dan kepedulian terhadap sesama, sehingga tercipta masyarakat yang lebih solid.

  • Pelestarian budaya

    Padusan puasa Ramadan merupakan bagian dari budaya masyarakat Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pelaksanaan padusan setiap tahunnya menjadi upaya pelestarian budaya dan menjaga identitas masyarakat Jawa.

  • Promosi pariwisata

    Kegiatan padusan di tempat-tempat wisata, seperti pemandian umum atau sungai, dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah. Hal ini berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar dan mempromosikan potensi pariwisata daerah tersebut.

Dampak sosial niat padusan puasa Ramadan tersebut menunjukkan bahwa ibadah ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat. Padusan puasa Ramadan menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial, meningkatkan rasa kebersamaan, melestarikan budaya, dan mempromosikan pariwisata.

Dampak lingkungan

Niat padusan puasa Ramadan memiliki dampak yang kompleks terhadap lingkungan. Terdapat hubungan yang erat antara keduanya, di mana kegiatan padusan dapat berdampak positif maupun negatif terhadap lingkungan.

Salah satu dampak positif dari niat padusan puasa Ramadan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan padusan yang dilakukan di sungai atau sumber mata air alami dapat menjadi momen untuk membersihkan lingkungan sekitar dari sampah dan kotoran. Hal ini sejalan dengan ajaran agama Islam yang menganjurkan kebersihan dan menjaga lingkungan.

Namun, di sisi lain, kegiatan padusan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dilakukan dengan bertanggung jawab. Penggunaan sabun dan deterjen yang berlebihan saat mandi di sungai dapat mencemari air dan merusak ekosistem sungai. Selain itu, sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung setelah padusan juga dapat menjadi masalah lingkungan.

Untuk meminimalisir dampak negatif padusan puasa Ramadan terhadap lingkungan, perlu dilakukan upaya-upaya yang komprehensif. Pemerintah, masyarakat, dan pengelola tempat wisata harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kegiatan padusan dilakukan dengan ramah lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan tempat sampah yang cukup, menyediakan sabun dan deterjen ramah lingkungan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Perkembangan Tradisi

Tradisi niat padusan puasa Ramadan mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu. Perkembangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Salah satu perkembangan yang paling signifikan adalah pergeseran tempat pelaksanaan padusan.

Dahulu, padusan dilakukan di sungai atau sumber mata air alami. Namun, seiring dengan urbanisasi dan perkembangan kota, tempat pelaksanaan padusan bergeser ke kolam renang atau tempat pemandian umum. Pergeseran ini terjadi karena sungai dan sumber mata air alami di perkotaan semakin sulit ditemukan dan kualitas airnya menurun.

Selain pergeseran tempat pelaksanaan, perkembangan tradisi niat padusan puasa Ramadan juga terlihat pada penggunaan peralatan dan bahan. Dahulu, masyarakat menggunakan sabun dan deterjen biasa untuk mandi saat padusan. Namun, kini masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, sehingga mereka menggunakan sabun dan deterjen ramah lingkungan yang tidak mencemari air.

Perkembangan tradisi niat padusan puasa Ramadan menunjukkan bahwa tradisi ini bersifat dinamis dan adaptif. Tradisi ini dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan makna dan nilai-nilainya. Selain itu, perkembangan tradisi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan.

Pertanyaan Umum tentang Niat Padusan Puasa Ramadan

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya terkait niat padusan puasa Ramadan:

Pertanyaan 1: Apa itu niat padusan puasa Ramadan?

Jawaban: Niat padusan puasa Ramadan adalah niat yang diucapkan saat melakukan padusan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Niat ini merupakan salah satu syarat sah padusan, yang dilakukan dengan mandi dan membersihkan diri dari hadas dan najis.

Pertanyaan 2: Mengapa niat padusan puasa Ramadan penting?

Jawaban: Niat padusan puasa Ramadan penting karena merupakan syarat sah padusan. Padusan yang dilakukan tanpa niat tidak dianggap sah dan tidak akan memberikan manfaat yang diharapkan.

Pertanyaan 3: Kapan waktu yang tepat untuk melakukan padusan puasa Ramadan?

Jawaban: Waktu yang tepat untuk melakukan padusan puasa Ramadan adalah pada hari terakhir bulan Sya’ban, sebelum matahari terbenam.

Pertanyaan 4: Di mana tempat yang tepat untuk melakukan padusan puasa Ramadan?

Jawaban: Padusan puasa Ramadan dapat dilakukan di sungai, kolam, atau tempat pemandian umum. Tempat yang dipilih harus bersih dan suci dari najis.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara melakukan padusan puasa Ramadan?

Jawaban: Cara melakukan padusan puasa Ramadan dengan mandi dan membersihkan seluruh tubuh menggunakan air bersih. Mandi harus dilakukan dengan saksama, mulai dari kepala hingga ujung kaki.

Pertanyaan 6: Apa manfaat melakukan padusan puasa Ramadan?

Jawaban: Manfaat melakukan padusan puasa Ramadan adalah membersihkan diri secara lahir dan batin, meningkatkan kekhusyukan ibadah, mendapat pahala dari Allah SWT, dan mempererat silaturahmi.

Dengan memahami pertanyaan-pertanyaan umum ini, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan niat padusan puasa Ramadan dengan benar dan memperoleh manfaatnya secara optimal.

Pembahasan mengenai niat padusan puasa Ramadan akan dilanjutkan pada bagian selanjutnya, yang akan mengupas lebih dalam tentang aspek-aspek penting dalam pelaksanaan padusan puasa Ramadan, seperti waktu, tempat, tata cara, dan manfaatnya.

Tips Melaksanakan Niat Padusan Puasa Ramadan

Niat padusan puasa Ramadan merupakan salah satu syarat sah padusan. Pelaksanaan padusan yang benar akan memberikan manfaat yang optimal bagi umat Islam dalam menyambut bulan puasa Ramadan. Berikut beberapa tips untuk melaksanakan niat padusan puasa Ramadan dengan baik:

Tip 1: Ucapkan Niat dengan Benar
Ucapkan niat padusan puasa Ramadan dengan jelas dan benar, yaitu: “Saya niat padusan untuk membersihkan diri dari hadas dan najis dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadan.” Niat ini diucapkan sebelum memulai padusan.

Tip 2: Pilih Waktu yang Tepat
Padusan puasa Ramadan dilakukan pada hari terakhir bulan Sya’ban, sebelum matahari terbenam. Waktu ini dipilih karena merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa.

Tip 3: Pilih Tempat yang Bersih
Pilih tempat padusan yang bersih dan suci dari najis. Tempat yang dipilih dapat berupa sungai, kolam, atau tempat pemandian umum. Pastikan tempat padusan aman dan nyaman untuk digunakan.

Tip 4: Mandi dengan Saksama
Mandi saat padusan harus dilakukan dengan saksama, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Gunakan air bersih dan sabun secukupnya. Bersihkan seluruh tubuh dari kotoran dan najis.

Tip 5: Jaga Kebersihan Lingkungan
Setelah selesai padusan, pastikan untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat padusan. Buang sampah pada tempatnya dan bersihkan sisa sabun atau deterjen yang digunakan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, umat Islam dapat melaksanakan niat padusan puasa Ramadan dengan benar dan memperoleh manfaatnya secara optimal. Padusan yang dilakukan dengan baik akan membantu membersihkan diri secara lahir dan batin, sehingga dapat menyambut bulan puasa Ramadan dengan hati yang suci dan siap menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.

Pembahasan mengenai niat padusan puasa Ramadan akan dilanjutkan pada bagian selanjutnya, yang akan mengupas lebih dalam tentang makna filosofis, dampak sosial, dan perkembangan tradisi padusan puasa Ramadan.

Kesimpulan

Niat padusan puasa Ramadan merupakan salah satu syarat sah padusan yang dilakukan sebelum memasuki bulan puasa Ramadan. Padusan memiliki makna filosofis sebagai penyucian diri secara lahir dan batin, serta menjadi sarana untuk mempererat ikatan sosial dan menjaga kebersihan lingkungan. Tradisi padusan puasa Ramadan telah berkembang seiring dengan waktu, namun tetap mempertahankan nilai-nilai dasarnya.

Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari artikel ini adalah:

  • Niat padusan puasa Ramadan memiliki makna dan manfaat yang penting bagi umat Islam dalam menyambut bulan puasa Ramadan.
  • Pelaksanaan padusan puasa Ramadan harus dilakukan dengan benar, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
  • Tradisi padusan puasa Ramadan terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai dasarnya.

Niat padusan puasa Ramadan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu menjaga kebersihan lahir dan batin, serta mempererat tali silaturahmi. Dengan melaksanakan padusan puasa Ramadan dengan baik, umat Islam dapat menyambut bulan puasa Ramadan dengan hati yang suci dan siap menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.