Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah


Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ibadah Sunnah yang Penuh Berkah

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah ibadah sunnah yang dilakukan umat Islam pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Selain itu, puasa Tarwiyah dan Arafah juga menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi pengganti dari ibadah haji.

puasa tarwiyah dan arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki berbagai aspek penting yang perlu dipahami. Aspek-aspek ini meliputi:

  • Sunnah
  • Dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah
  • Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang
  • Merupakan bagian dari ibadah haji
  • Pengganti ibadah haji bagi yang tidak melaksanakan haji
  • Memperoleh pahala yang besar
  • Menambah ketakwaan kepada Allah SWT
  • Melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu
  • Mempererat ukhuwah Islamiyah

Aspek-aspek tersebut saling terkait dan membentuk ibadah puasa Tarwiyah dan Arafah sebagai ibadah yang sangat dianjurkan. Dengan memahami aspek-aspek ini, umat Islam dapat melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah dengan lebih khusyuk dan memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Sunnah

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sunnah adalah segala sesuatu yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan. Ibadah sunnah memiliki banyak manfaat dan keutamaan, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah.

Sunnah menjadi dasar pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah. Ibadah ini disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Misalnya, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kita.

Selain itu, puasa Tarwiyah dan Arafah juga menjadi bagian dari sunnah haji. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi pengganti dari ibadah haji. Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan demikian, sunnah memiliki hubungan yang sangat erat dengan puasa Tarwiyah dan Arafah. Sunnah menjadi dasar pelaksanaan ibadah ini dan memberikan keutamaan serta manfaat yang besar bagi umat Islam yang melaksanakannya.

Dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang besar karena dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, yaitu pada saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah haji. Tanggal-tanggal tersebut memiliki makna dan sejarah yang penting dalam pelaksanaan ibadah haji.

  • Tanggal 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah)

    Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dinamakan Tarwiyah karena pada hari tersebut para jamaah haji mulai bergerak dari Mekkah ke Mina untuk mempersiapkan diri melaksanakan ibadah haji pada tanggal 9 Dzulhijjah.

  • Tanggal 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah)

    Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dinamakan Arafah karena pada hari tersebut para jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Dengan demikian, pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah memiliki makna dan keutamaan yang sangat besar. Puasa Tarwiyah menjadi persiapan untuk ibadah haji, sedangkan puasa Arafah menjadi puncak dari ibadah haji dan memiliki pahala yang sangat besar.

Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang agung, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis yang masyhur. Salah satu keutamaannya yang paling utama adalah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan ini tentu menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan kedua puasa sunnah tersebut dengan penuh khusyuk.

  • Pengampunan dosa

    Puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kita, baik dosa kecil maupun dosa besar. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, kita menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kita kepada Allah SWT, sehingga Dia pun mengampuni dosa-dosa kita.

  • Membersihkan jiwa

    Selain mengampuni dosa, puasa Tarwiyah dan Arafah juga dapat membersihkan jiwa kita dari berbagai macam kotoran dan penyakit hati. Dengan menahan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, kita dapat mensucikan hati kita dan menjadi pribadi yang lebih baik.

  • Meningkatkan ketakwaan

    Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah juga dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan merasakan lapar dan dahaga, kita akan lebih menyadari kebesaran Allah SWT dan menghargai nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya. Hal ini akan membuat kita lebih takut kepada Allah SWT dan lebih berhati-hati dalam melakukan perbuatan dosa.

  • Menjadi bekal di akhirat

    Pahala yang besar dari puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi bekal kita di akhirat nanti. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, kita telah mengumpulkan amal kebaikan yang akan sangat bermanfaat ketika kita menghadap Allah SWT di hari akhir.

Baca Juga :   Panduan Lengkap Ayat Puasa Ramadhan untuk Ibadah yang Sempurna

Demikianlah beberapa aspek penting terkait keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah dalam menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Semoga dengan memahami keutamaan ini, kita semua semakin termotivasi untuk melaksanakan kedua puasa sunnah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Merupakan bagian dari ibadah haji

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keterkaitan yang erat dengan ibadah haji. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Pelaksanaan ibadah haji memiliki beberapa rangkaian, di antaranya adalah wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Arafah dilaksanakan pada hari ketika jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dengan demikian, puasa Arafah menjadi bagian yang sangat penting dari ibadah haji dan menjadi salah satu cara untuk menyempurnakan ibadah haji.

Selain puasa Arafah, puasa Tarwiyah juga merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu sehari sebelum puasa Arafah. Puasa ini disunnahkan bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa Tarwiyah berfungsi sebagai persiapan fisik dan spiritual bagi jamaah haji sebelum melaksanakan puncak ibadah haji pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Dengan demikian, puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keterkaitan yang erat dengan ibadah haji. Kedua puasa ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji dan memiliki keutamaan yang besar. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi pengganti dari ibadah haji dan dapat memperoleh pahala yang besar.

Pengganti ibadah haji bagi yang tidak melaksanakan haji

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah dapat menjadi pengganti ibadah haji bagi yang tidak melaksanakan haji. Hal ini dikarenakan puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada saat yang sama dengan pelaksanaan ibadah haji, yaitu pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam yang tidak melaksanakan haji dapat memperoleh pahala yang besar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pahala yang diperoleh dari puasa Tarwiyah dan Arafah setara dengan pahala yang diperoleh dari ibadah haji, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Misalnya, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dan puasa Tarwiyah adalah pengganti haji bagi yang tidak berhaji.”

Oleh karena itu, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi sangat penting bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, mereka dapat memperoleh pahala yang besar dan menggantikan ibadah haji yang tidak dapat mereka laksanakan.

Memperoleh pahala yang besar

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan yang sangat besar, salah satunya adalah dapat memperoleh pahala yang besar. Pahala yang diperoleh dari kedua puasa ini setara dengan pahala yang diperoleh dari ibadah haji, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Oleh karena itu, puasa Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk dilaksanakan.

  • Pahala diampuni dosa

    Salah satu pahala yang besar dari puasa Tarwiyah dan Arafah adalah diampuni dosa-dosa kita, baik dosa kecil maupun dosa besar. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, kita menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kita kepada Allah SWT, sehingga Dia pun mengampuni dosa-dosa kita.

  • Pahala diangkat derajat

    Selain diampuni dosa, pahala besar lainnya dari puasa Tarwiyah dan Arafah adalah diangkat derajat kita di sisi Allah SWT. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, kita menunjukkan kesabaran dan ketaqwaan kita, sehingga Allah SWT pun mengangkat derajat kita.

  • Pahala mendapat surga

    Pahala besar lainnya dari puasa Tarwiyah dan Arafah adalah mendapat surga. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, kita menunjukkan keikhlasan dan ketaatan kita kepada Allah SWT, sehingga Dia pun akan memberikan surga kepada kita.

  • Pahala mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW

    Pahala besar lainnya dari puasa Tarwiyah dan Arafah adalah mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Dengan melaksanakan kedua puasa ini, kita menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga beliau pun akan memberikan syafaatnya kepada kita di hari kiamat.

Baca Juga :   Cara Membaca Doa Sesudah Buka Puasa: Panduan Lengkap

Demikianlah beberapa aspek penting terkait pahala yang besar dari puasa Tarwiyah dan Arafah. Semoga dengan memahami pahala-pahala besar ini, kita semua semakin termotivasi untuk melaksanakan kedua puasa sunnah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Menambah Ketakwaan kepada Allah SWT

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah dapat menambah ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah sikap takut dan patuh kepada Allah SWT, serta selalu berusaha untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan dalam puasa Tarwiyah dan Arafah, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu dan mengendalikan keinginan duniawi. Dengan demikian, kita dapat menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan lebih patuh kepada Allah SWT.

Selain itu, puasa Tarwiyah dan Arafah juga dapat meningkatkan kesadaran kita akan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Ketika kita menahan lapar dan dahaga, kita akan lebih menghargai nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Hal ini akan membuat kita semakin takut kepada Allah SWT dan semakin berhati-hati dalam melakukan perbuatan dosa.

Dengan demikian, puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Selain dapat memperoleh pahala yang besar, pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Melatih Kesabaran dan Menahan Hawa Nafsu

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah yang melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu. Kesabaran adalah kemampuan untuk menahan diri dari melakukan sesuatu yang tidak baik atau diinginkan. Sedangkan menahan hawa nafsu adalah kemampuan untuk mengendalikan keinginan duniawi. Keduanya merupakan aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim, dan puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi sarana untuk melatih dan meningkatkan kedua aspek tersebut.

Ketika berpuasa, kita dilatih untuk menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri. Hal ini tentu tidak mudah, terutama bagi mereka yang belum terbiasa berpuasa. Namun dengan latihan dan kesabaran, kita dapat melatih diri kita untuk menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri.

Selain itu, puasa Tarwiyah dan Arafah juga mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan. Puasa merupakan ibadah yang cukup berat, dan dibutuhkan kesabaran untuk dapat melaksanakannya dengan baik. Dengan melatih kesabaran dalam berpuasa, kita akan lebih siap menghadapi kesulitan dan tantangan dalam kehidupan.

Secara praktis, kemampuan menahan hawa nafsu dan bersabar sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menahan hawa nafsu, kita akan terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat. Sedangkan dengan bersabar, kita akan lebih mudah menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan baik.

Dengan demikian, puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah yang sangat penting untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Selain dapat memperoleh pahala yang besar, puasa Tarwiyah dan Arafah juga melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan mampu menahan hawa nafsu. Hal ini akan berdampak positif pada kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Puasa Tarwiyah dan Arafah tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang positif, yaitu mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan saling tolong-menolong antar sesama Muslim.

Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah secara bersama-sama dapat mempererat ikatan persaudaraan antar sesama Muslim. Saat melaksanakan puasa, umat Islam berkumpul di masjid atau tempat-tempat ibadah lainnya untuk melaksanakan salat berjamaah, mendengarkan tausiyah, dan saling berbagi makanan. Kegiatan-kegiatan ini menciptakan suasana kebersamaan dan kehangatan yang dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Selain itu, puasa Tarwiyah dan Arafah juga mengajarkan umat Islam untuk saling berbagi dan membantu sesama. Saat berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memberikan sedekah atau bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya tolong-menolong dan berbagi rezeki dengan sesama.

Dengan demikian, puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki peran penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah. Melalui kegiatan-kegiatan bersama dan ajaran saling berbagi, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan antar sesama Muslim, sehingga menciptakan masyarakat Islam yang harmonis dan saling mendukung.

Baca Juga :   5 Hidangan Berbuka Puasa yang Sehat dan Lezat

Tanya Jawab tentang Puasa Tarwiyah dan Arafah

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar puasa Tarwiyah dan Arafah yang mungkin bermanfaat bagi Anda.

Pertanyaan 1: Kapan waktu pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Pertanyaan 2: Apakah puasa Tarwiyah dan Arafah wajib dilaksanakan?

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, namun tidak wajib.

Pertanyaan 3: Siapa saja yang boleh melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah dan Arafah boleh dilaksanakan oleh semua umat Islam yang memenuhi syarat untuk berpuasa, yaitu berakal, baligh, dan mampu.

Pertanyaan 4: Apa keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Pertanyaan 6: Apakah ada keringanan bagi orang yang tidak bisa melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Bagi orang yang tidak bisa melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah karena alasan tertentu, seperti sakit atau dalam perjalanan, dapat menggantinya dengan membayar fidyah.

Demikianlah beberapa tanya jawab seputar puasa Tarwiyah dan Arafah. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menambah pemahaman Anda tentang ibadah sunnah ini. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang puasa Tarwiyah dan Arafah, silakan lanjutkan membaca artikel ini.

Lanjut ke bagian selanjutnya >>>

Tips Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah membutuhkan persiapan dan niat yang kuat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda melaksanakan ibadah sunnah ini dengan baik dan mendapatkan pahala yang maksimal:

Niatkan dengan Ikhlas: Niatkan puasa Tarwiyah dan Arafah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin terlihat baik atau mengharapkan pujian dari orang lain.

Persiapkan Diri Secara Fisik: Jaga kesehatan dan kebugaran fisik sebelum melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Konsumsi makanan sehat dan cukup istirahat.

Perbanyak Doa dan Zikir: Perbanyak doa dan zikir selama melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Mohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu.

Manfaatkan Waktu untuk Beribadah: Gunakan waktu selama puasa Tarwiyah dan Arafah untuk beribadah, seperti membaca Al-Qur’an, melakukan salat sunnah, dan memperbanyak sedekah.

Hindari Sifat Riya’: Jauhi sifat riya’ atau pamer dalam melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Jangan melakukan ibadah hanya untuk dilihat dan dipuji oleh orang lain.

Berbuka dan Sahur dengan yang Halal: Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat berbuka dan sahur berasal dari sumber yang halal dan baik.

Berjamaah dengan Keluarga dan Sahabat: Jika memungkinkan, laksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah bersama keluarga dan sahabat. Hal ini dapat meningkatkan semangat dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Jangan Menyerah: Jika Anda merasa kesulitan dalam melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, jangan menyerah. Ingatlah keutamaan dan pahala yang besar yang akan Anda dapatkan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah dengan baik dan mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar. Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Lanjut ke bagian selanjutnya >>>

Kesimpulan

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam. Ibadah sunnah ini tidak hanya dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, tetapi juga melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam dapat memperoleh pahala yang besar dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Beberapa poin penting yang dapat menjadi renungan dari artikel ini adalah:

  • Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang agung, di antaranya menghapus dosa dan meningkatkan ketakwaan.
  • Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah harus dilakukan dengan niat yang ikhlas, persiapan yang matang, dan cara yang benar.
  • Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya.

Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama mengoptimalkan ibadah puasa Tarwiyah dan Arafah tahun ini dengan melaksanakannya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan semangat kebersamaan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlimpah kepada kita semua.